Senin, 15 September 2008
PeRalaTan LaboratoRium

INTISARI

PERALATAN LABORATORIUM

Oleh:
ADISTY RESTU POETRI
06/193743/KG/08043

Dalam suatu laboratorium banyak terdapat berbagai macam peralatan yang mana memiliki fungi serta prinsip yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu agar dapat melakukan praktikum dengan baik, maka setiap mahasiswa diharapkan dapat mengetahui serta memahami fungsi dan peralatan yang terdapat di laboratorium.
Metode yang digunakan agar dapat memenuhi tujuan tersebut adalah dengan mencari informasi-informasi tentang peralatan dari internet baik berdasarkan artikel ataupun jurnal. Selain itu berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh dosen di depan kelas.
Setelah melakukan observasi diketahui dalam laboratorium terdapat beberapa peralatan antara lain yaitu mikroskop, sentrifugator, inkubator, sterilisator sebagai alat utama serta micro pipe, micro tube, piring petri sebagai alat pendukung.

Kata kunci: mikroskop, sentrifugator, incubator

PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka dalam dunia kedokteran peralatan yang ada juga mengalami perkembangan. Awalnya mungkin hanya satu peralatan di laboratorium yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian. Rasa ingin tahu sangat tinggi pada manusia akan berbagai hal di muka bumi ini menyebabkan satu buah peralatan sederhana mulai berkembang menjadi peralatan yang lebih canggih dan kemudian dari satu buah peralatan tersebut muncul pula peralatan lain dengan fungsi serta peranan yang berbeda-beda.
Berkembangnya peralatan-peralatan tersebut sesungguhnya merupakan salah satu bentuk perwujudan dari rasa ingin tahu dalam diri manusia yang tinggi. Bahkan peralatan yang hanya memiliki satu buah fungsi tidak menutup kemungkinan berubah menjadi multifungsi.
Mahasiswa kedokteran gigi dalam kegiatannya sangat terkait dengan peralatan laboratorium. Sehingga diharapkan dapat berperan serta dalam perkembangan jaman yang tentunya berpengaruh terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, agar dapat melakukan praktikum ataupun penelitian dengan baik dan benar, maka mahasiswa harus mengetahui dan memahami fungsi serta prinsip dari masing-masing peralatan yang ada di dalam laboratorium.
PEMBAHASAN

A. Mikrsokop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran 1000 kali. Mikroskop ini memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, okuler, dan kondensor.
Lensa obyektif berfungsi untuk membentuk bayangan pertama dan lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif sebesar 4 sampai 25 kali. Sedangkan lensa kondensor berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan peraturan yang tepat akan diperoleh daya pisah maksimal (Mikroskop wikipedia 10/09/2008).

B. Mikroskop Fluoresens
Mikroskop fluoresens mengambil keuntungan dari sifatfluoresens, suatu kemampuan untuk menyerap gelombang cahaya yang pendek (UV) dan memancarkan gelombang cahaya panjana (terlihat). Beberapa organism secara natural berfluoresens di bawah sinar UV. Jika specimen tidak memperlihatkan sifat tersebut saat di sinari dengan ultraviolet, maka specimen diberi warna menggunakn dluorochrome. Prinsip mikroskop fluoresens adalah teknik diagnose yang disebut fluorescent-antibody (FA) techniqueatau immunofluoresence (Tortora, 2001 ).

C. Mikroskop Fase Kontras
Cara ideal dalam meneliti ataupun mengamati makhluk hidup adalah dalam keadaan alamiahnya, yaitu tidak diberi warna. Namun pada kenyataannya makhluk hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) sifatnya tembus cahaya akibatnya bagian yang ingin dilihat justru menjadi sukar untuk diamati. Kesulitan ini akhirnya dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fase kontras

D. Mikroskop Elektron
Mikroskop Elekron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya.
Sumber lain menyatakan bahawa mikroskop elektron mampu melakukan perbesaran obyek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran obyek dan resolusi yang jauh lebih bagus dibandingkan mikroskop cahaya (Mikroskop electron wapedia 10/09/2008).
Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).
1. Transmission Electron Microscope (TEM)
Mikroskop ini bekerja seperti layaknya sebuah slide proyektor, di mana obyek yang akan diamati ditembus oleh elektron dan pengamat dapat mengamati hasil tembusannya lewat layar. Pada resolusi yang tingi pengamat bahkan dapat melihat struktur kristal. Namun sampai sekarang pengembangan akan mikroskop electron jenis ini masih terus dilakukan sebab peneliti kerap kali merasa tidak puas terhadap syarat “agar obyek pengamatan setipis mungkin” terutama bagi peneliti yang obyek pengamatannya tidak dapat dipertipis begitu saja.
2. Scanning Electron Microscope (SEM)
Mikroskop ini memfokuskan sinar elektron pada permukaan obyek kemudian mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul di permukaan obyek. Sinar electron tersebut nantinya akan digerakkan oleh coil pembelok sinar ke seluruh permukaan obyek yang diamati. Kelemahan mikroskop ini adalah electron yang diamati bukan dari sinar electron yang dipancarkan namun electron dari dalam obyek itu sendiri. Sehingga untuk menanggulangi terjadinya penumpukan electron maka obyek yang diamati harus bersifat kondusif supaya electron dapat mengalir. Sedangkan untuk obyek yang tidak kondusif dapat diatasi dengan melapisi permukaan obyek tersebut menggunakan emas, karbon atau platina setipis mungkin. Namun seperti halnya TEM, SEM ini juga tidak memuaskan peneliti terutama bagi mereka yang obyek penelitian tidak dapat dipertipis dan tidak kondusif. Sebab peneliti tersebut ingin mengamati obyek apa adanya

E. Scanning Probe Microscope
Mikroskop ini digunakan untuk mengamati gambaran permukaan obyek dengan menggunakan probe yang sangat sensitif, dan digerakkan pada permukaan obyek.
1. Scanning Tunneling Microscope
Merupakan salah satu jenis mikroskop elektron yang mampu menunjukkan obyek dalam bentuk gambar tiga dimensi. Agar hasil obyek pengamatan dapat ditampilkan secara maksimal maka probe harus diposisikan sedekat mungkin dengan obyek. Elektron tunnel antara permukaan obyek dengan ujung probe akan membentuk suatu sinyal elektrik. Ujung probe digerakkan di permukaan obyek namun hanya sejauh diameter atom saja. Ujung probe digerakkan naik-turun untuk menjaga sinyal elektron tetap konstan dan menjaga jarak antara permukaan obyek dengan ujung probe. Hal ini memungkinkan ujung probe untuk mengamati obyek hingga hal yang paling detail . Saat ini, scanning tunneling microscope digunakan untuk mengamati DNA secara langsung.

2. Atomic Force Microscope
Atomic force microscope mampu menampilkan gambar dimana ukurannya lebih kecil dari 20ms. Mikroskop ini juga memungkinkan menampilkan gambar yang dari kristal yang lunak dan permukaan polimer (A. D. L. Humphris, M. J. Miles, and J. K. Hobbsb,2005).
Atomic force microscope memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan scanning electron microscope. Tidak seperti mikroskop elektron yang menghasilkan gambar dua dimensi dari sampel, atomic force microscope memberikan gambaran sampel berupa tiga dimensi. Selain itu sampel yang akan dilihat menggunakan atomic force microscope tidak memerlukan perlakuan khusus, seperti melapisi dengan karbon, dll yang dapat menimbulkan perubahan ireversibel ataupun kerusakan pada sampel. Atomic force microscope dapat bekerja sebaik mungkin dalam kondisi lingkungan seperti apapun. Hal tersebut memungkinkan utnuk melakukan studi biologi dan mengamati kehidupan suatu organisme. Secara prinsip atomic force microscope menyediakan resolusi yang lebih tinggi disbanding scanning electron microscope. Sedangkan kelemahan atomic force microscope dibanding dengan scanning electron microscope ada pada ukuran gambar. Scanning electron microscope dapat menangkap gambar dengan unit mm x mm dengan lapang pandang dalam mm. Sedangkan atomic force microscope hanya dapat menangkap gambar dengan ketinggian maksimum dalam unit micrometer dan luas maksimum pengamatan 150 x 150 micrometer. Mungkin yang dimaksud dalam hal ini yaitu kemampuan atomic force microscope yang hanya menampilkan gambar yang ukurannya sangat kecil. Sehingga jika ukurannya cukup besar, atomic force microscope tidak dapat menampilkan (Atomic force microscope wikipedia 10/09/2008).

F. Mikroskop Konvokal
Dalam menghasilkan gambar yang tajam dua atau tiga dimensi dengan menggunakan cahaya, mikroskop konvokal tak tertandingi. Selain itu, mikroskop konvokal ini dapat juga digunakn untuk melihat apa yang terdapat di dalam jaringan hidup specimen (Lichtman, 1998)

G. Polymerized Chain Reaction (PCR)
PCR merupakan suatu alat yang dapat memproduksi copy DNA dalam jumlah yang sangat besar hanya dalam waktu singkat (Wistreich,1984). Copy DNA menggunakan PCR terjadi melalui tiga tahap, yaitu denaturasi, annealing, dan ekstension. Beberapa aplikasi PCR diantaranya ialah untuk mendeteksi gen yang cacat, diagnosis dini penyakit HIV,serta untuk memecahkan kasus kriminal (Clave et al.,1999).

H. Inkubator
Masa inkubasi dengan temperatul yang terkontrol sangat dibutuhkan dalam kultur bakteri, transfuse darah, serologi, hematologu, tes kimia.
Untuk kultur bakteri yang dilakukan secara rutin di sebagian besar laboratorium, incubator dengan kapasitas yang kecil dengan thermostat hidrolic sudah cukup. Jika dibutuhkan inkubator dengan kapasitas yang besar, sebaiknya menggunakan incubator di mana untuk sirkulasi udara memakai kipas angin (Cheesbrough, 1987).

I. Sentrifugator
Sampai saat ini kekuatan sentrifugal diperlukan untuk mengendapkan partikel dalam suatu cairan yang akan diteliti dengan menggunakan kecepatan putaran dalam rpm. Sedimentasi atau hasil endapan yang tepat sangat bergantung dari kecepatan putaran yang duberikan (Cheesbrough, 1987 ).
Sentrifugator dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan kecepatan putarannya, antara lain clinical centrifuges (3000 rpm), microfuges (14.000 rpm), high speed centrifuges (25.000 rpm), dan ultracentrifuges (75.000 rpm) (Wallman, 1999).

J. Laminar Hood
Laminar hood dibuat untuk melindungi pekerjaan laboratorium dari lingkungan sekitar. Pada laminar hood, dialirkan secara langsung ke sekitar daerah kerja aliran udara steril yang telah mengalami proses filtrasi. Laminar hood mempunyai peranan dalam mencegah kontaminasi saat menuang agar biakan ke dalam piring petri (Collins dan Lyne,1976).

K. pH meter
Sebagian besar pH meter menggunakan kombinasi pH electrode yang mana sebuah electrode di dalam gelas pengukur akan dikombinasikan menjadi satu kesatuan unit bersama reference calomel electrode. Perbedaan potensial yang terukur dihubungkan ke pH value, dengan mengukur perbedaan potensial pada buffer, pH dapat diketahui secara tepat (Cheesbrough, 1987).





Muph yaw...g maksimal...
habisnya.... aku ga bisa menampilkan seperti yang asli,,,
binun,,,
hehehehe...


0 Bilang deh apa yang ada di pikiran kamu
(return to the top)
Rabu, 10 September 2008
Pengenalan Peralatan Laboratorium Biologi Mulut

Hmmm,,, Hari ini qta belajar tentang alat-alat di Lab OB (Oral BioloGy),,,
ok

A. MIKROSKOP
1. Mikroskop Cahaya
a. Mikroskop Medan Terang
Lapang pandang yang mengelilingi spesimen kelihatan terang sedangkan spesimen tampak gelap. Lensa yang digunakan ada dua macam yaitu obyektif dan okuler. Lensa obyektif memberikan perbesaran awal dan menghasilkan bayangan nyata, kemudian diproyeksikan ke lensa okuler. Lensa okuler memperbesar bayangan dan menghasilkan bayangan maya yang terlihat oleh mata. Mikroskop ini digunakan untuk melihat morfologi sel atau organisme.

b. Mikroskop Medan Gelap
Digunakan untuk melihat sel-sel atau organisme yang tidak diwarnai. Obyek pada spesimen tampak berpendar (brightly illuminated). Dapat digunakan untuk identifikasi bakteri seperti trponema pallidum.

c. Mikroskop Fluoresens
Merupakan modifikasi medan terang. Spesimen dipapar dengan sinar UV, violet, atau sinar biru dan kemudian membentuk obyek yang menghasilkan sinar fluoresens. Spesimen biasanya diwarnai dengan molekul pewarna (fluorochrome), yang menghasilkan fluoresensi pada pemaparan panjang gelombang tertentu. Mikroskop ini untuk membedakan antara bakteri hidup dan bakteri mati.


0 Bilang deh apa yang ada di pikiran kamu
(return to the top)